A.
Pengertian Kompresor Udara
Kompresor udara di dalam kamar mesin sebuah
kapal merupakan salah satu dari beberapa pesawat bantu yang ada di kapal. Fungsi
kompresor adalah pesawat bantu yang berfungsi untuk mendapatkan udara kerja
yang ditampung dalam tabung udara yang mempunyai tekanan lebih dari 1 ATM (20 –
30 kg/cm2).
Pada umumnya pada kapal dipasang 2 buah
kompresor yang mempunyai tujuan apabila salah satu dari kompresor rusak atau
macet, masih ada yang lain yang dapat menggantikan.
Kompresor udara pada kapal ada 2, yaitu
- Kompresor udara
utama yang berfungsi untuk mengisi udara kerja pada botol
angin utama.
- Kompresor udara
bantu yang berfungsi :
Untuk emergency bilamana kompresor udara
utama rusak/macet dan untuk mengisi udara pada botol angin bantu.
B.
Prinsip Kerja Kompresor Udara
Kompresor udara yang ada di kapal sangat
mempengaruhi kerja mesin. Berhubung paling banyak digunakan pada kapal adalah 2
tingkat, maka penulis hanya menguraikan prinsip kerja kompresor udara 2 tingkat.
1.
Prinsip Kompresor udara 2 tingkat, yaitu pada gambar :
![]() |
Gambar I
Keterangan
|
|
Udara diluar dihisap oleh torak tekanan rendah melalui saringan
(filter) dan masuk ke dalam silinder melalui katub hisap tekanan rendah. Setelah dikompresikan dalam silinder. Udara
keluar melalui katub tekan tekanan rendah, kemudian udara didinginkan pada
inter cooler dan selanjutnya udara masuk ke dalam silinder tekanan tinggi melalui katub isap tekanan tinggi dan udara
keluar melalui inter cooler menuju tabung
udara (botol angin) melalui katub tekan tekanan tinggi.
Selama kompresor bekerja perlu adanya pendinginan,
pendinginan diambil dari air laut dan
agar kompresor tidak mengalami kerusakan maka bagian tertentu dipasang Zink
Anoda untuk menghindari korosi.
Alasan kompresor perlu pendingin adalah
a.
Untuk memperkecil suhu
udara.
b.
Untuk memperbesar
rendemen volumentric
c.
Memperkecil kenaikan
suhu pada kompresor
2.
Alat Pengaman Kompresor Udara
Untuk meningkatkan keselamatan kerja pada kompresor udara
perlu dipasang alat-alat pengaman agar kompresor dapat bekerja dengan aman dan
tidak ada gangguan waktu bekerja.
Fungsi dari alat-alat pengaman kompresor antara lain :
a.
Katub Keamanan
Katub keamanan berfungsi untuk mengeluarkan tekanan lebih dari
yang diijinkan sehingga dapat menghindari terjadinya ledakkan.
b.
Katub Cerat
Katub cerat digunakan untuk start pertama agar tidak terjadi
ledakan
c.
Gelas Penduga Minyak
Lumas
Gelas penduga minyak lumas ini berfungsi untuk
mengetahui/melihat tinggi rendahnya minyak lumas dalam sistem.
d.
Saringan/Filter
Filter digunakan untuk menyaring udara yang masuk kedalam
sistem sehingga tidak masuk dan membawa kotoran
e.
Manometer
Manometer berfungsi untuk mengetahui tekanan kerja dan
tekanan yang diijinkan yaitu 30 kg / cm2.
f.
Termometer
Termometer berfungsi untuk mengetahui suhu air
pendingin saat bekerja yaitu pada suhu 80 ° C.
3.
Alat-alat bantu kompresor
Selain dilengkapi dengan alat pengaman, kompresor juga
dilengkapi dengan alat bantu guna menunjang proses kerjanya. Alat bantu pada
kompresor antara lain;
a.
Tabung udara (botol
angin) dengan tekanan max. 30 kg/cm2
b.
Motor listrik sebagai
tenaga penggerak
c.
Penggerak diesel (untuk
kompresor bantu)
4.
Bagian-bagian kompresor
Bagian-bagian dari kompresor antara lain :
a.
Cylinder head, sebagai
tempat kedudukan katub isap dan katub tekan
b.
Torak (Piston)
Torak dibuat dari paduan ringan. Pada bagian atas dan bawah
terdapat 3 buah alur. Alur nanti terpasang cincin torak (ring)
![]() |
Gambar 2
Keterangan :
1.
Ring Piston
2.
Ring Kompresi
3.
Ring Oli
Besarnya cincin torak harus tepat pada alur pegasnya. Dibawah
alur terdapat 2 (dua) buah lubang, untuk pena
torak ini dipasang batang torak.
c.
Batang torak
(connecting Rod)
Batang torak digunakan untuk menghubungkan torak dengan poros
engkol (crank shaft) yang digunakan sebagai penggerak keduanya.
Batang torak terdiri dari :
1.
Batang torak (Conecting
Rod)
2.
Pena torak (Piston Pin)
3.
Lager Pena (Piston Pin Bush)
4.
Connecting Rod Bolt
5.
Mead Lager (Bearing Insert)
6.
Tutup Lager (Bearing Cap)
d.
Poros Engkol (Crank
Shaft)
Poros yang berada ditengah-tengah badan (casing) yang rnemutar
batang torak dinamakan poros engkol.
Salah satu ujung badan (casing) dipasang Fly Whell agar dalam badan (casing) benar-benar terdapat ruang bebas
dari bocoran-bocoran udara luar. Maka diantara badan dan rangka dengan poros engkol
dipasang shaft seal (badan paking). Jika tidak dipasang sahft seal maka minyak lumas
atau gas dari casing (badan) bocor keluar, lebih-lebih pada waktu poros engkol berputar
cepat
![]() |
Gambar 3
(Connecting Road)
Keterangan :
1.
Batang torak (Conecting
Rod)
2.
Pena torak (Piston Pin)
3.
Lager Pena (Piston Pin
Bush)
4.
Connecting Rod Bolt
5.
Mead Lager (Bearing
Insert)
6.
Tutup Lager (Bearing
Cap)
![]() |
Gambar 4
Cincin Torak (Ring Piston)
Keterangan :
1.
Cincin torak atas
2.
Cincin torak bawah
3.
Celah cincin
(kelonggaran Min 0,25 – 1 mm)
C.
Tenaga Penggerak Kompresor Udara
Tenaga penggerak pada kompresor udara adalah:
a.
Kompresor udara utama
menggunakan tenaga penggerak motor listrik
b.
Kompresor udara bantu menggunakan
tenaga penggerak diesel.
Meskipun dengan tenaga penggerak yang berbeda
tetapi fungsi dari keduanya sama. Bila salah satu kompresor udara rusak, maka
kompresor yang lainnya dapat menggantikan.
1.
Tenaga penggerak dengan
Motor Listrik
Pengertian dari motor listrik
adalah suatu alat atau pesawat yang apabila diberi aliran listrik akan menghasilkan
tenaga putar, selanjutnva tenaga putaran dimanfaatkan untuk menggerakan kompresor
udara dengan menghubungkan roda pully dengan v’belt pada motor tersebut.
2.
Tenaga penggerak dengan Diesel
Kompresor udara yang menggunakan tenaga penggerak diesel biasanya dari jenis
kompresor udara bantu. Kompresor udara bantu di kapal digunakan sebagai
emergency (darurat) bila kompresor udara utama rusak atau macet.
Kompresor udara bantu dipasang berjauhan dari kompresor udara utama karena menggunakan
bahan bakar yaitu solar, dan kompresor
udara bantu dibuat lebih kecil karena fungsinya hanya membantu kompresor udara utama.
D.
Tabung Udara (Botol Angin)
Untuk menampung udara kerja yang dihasilkan oleh kompresor maka diperlukan
alat bantu yaitu botol angin.
1.
Fungsi botol Angin
Botol angin berfungsi sebagai penampung udara kerja dari kompresor. Pada
kapal, udara kerja digunakan untuk :
a.
Untuk start Main Engine dan
Auxialary Engine
b.
Menjalankan alat-alat
otomatis.
c.
Untuk membersihan kotoran-kotoran
d.
Untuk membunyikan
seruling kapal, dan lain-lain.
Jumlah tabung udara dibuat 2 dimaksudkan apabila salah satu
rusak atau macet maka tabung udara yang lain dapat menggantikannya dan juga
merupakan syarat dari klasifikasi.
2.
Alat bantu pada tabung udara
Untuk menjaga agar keamanan kerja dan mencegah agar tabung
udara tidak cepat rusak, maka dlengkapi dengan alat-alat sebagai berikut :
a.
Manometer
Manometer berfungsi untuk mengetahui tekanan udara di dalam
botol udara yaitu antara 20 - 30 Kg/Cm2.
b.
Katub Cerat
Katub cerat berfungsi untuk mencerat air yang berada didalam botol akibat terjadinya kondensasi
udara didalam boto1 serta untuk mencegah terjadinya korosi.
c.
Katub Pengeluaran Udara
ke Mesin
Katub pengeluaran udara ini berfungsi untuk saluran udara
untuk menjalankan mesin atau untuk kegiatan lain
d.
Katub Pengisian
Katub pengisian digunakan sebagai saluran udara dari kompresor
ke botol angin.
e.
Katub Keamanan
Sebagai katub keamanan yaitu menjaga bila terjadi tekanan
yang rnelebihi kapasitas didalam tabung sehingga dapat menghindari terjadinya ledakan.
f .Manhole
E.
Perawatan Kompresor Udara
Di dalam perawatan kompresor udara tidak sulit
kalau pekerja yang mengoperasikanya tidak ceroboh, tetapi harus selalu memperhatikan
cara-cara yang dilakukan.
Perawatan katub-katub misal, katub isap, katub tekan, katub keamanan.
Cara perawatan yang baik pada kompresor:
a.
memperhatikan sistem
pelumasan dan pendinginan
b.
memperhatikan bahan packing,
c.
pemeriksaan terlebih
dahulu sebelum di gunakan alat-alat pengaman, packing - packing, seal-seal, dan lain-lain
d.
pembuatan jadwal setiap mengganti minyak pelumas
Kalau dijalankan instruksi tersebut,
maka kompresor dapat bekerja dengan baik dan aman, disamping itu pekerja yang
mengoperasikannya harus mahir.
Pada waktu
praktek dilapangan ada beberapa kerusakan dari kompresor bantu dan cara perbaikan
yang dilakukan :
1.
Mengganti beberapa
packing
Gantilah
packing yang rusak sesuai dengan fungsinya..
2.
Menganti beberapa seal
pada as poros
Gantilah
seal yang rusak sesuai dengan nomor serinya.
3.
Mengganti minyak pelumas
Minyak pelumas yang dipakai jenis oli mediteran SAE 40. Untuk
mengganti minyak pelumas kalau sudah waktunya harus diganti selama 3 bulan
sekali atau dapat dilihat pada gelas penduga minyak pelumas yang dipasang dekat
badan dari kompresor.
Kalau misalnya minyak pelumas berkurang, maka minyak pelumas
perlu ditambahi.
Cara penggantian minyak
pelumas :
a.
lihat minyak
pelumas pada gelas penduga..
b.
tuangkan minyak pelumas
yang kotor dalam kaleng bekas, bersihkan dengan angin sampai bersih
c.
ambil minyak pelumas
dan tuangkan ke dalam bak oli pada kompresor
d.
lihat pada gelas kaca penduga
dan usahakam minyak pelumas berada di garis tengah dari gelas kaca penduga tersebut.
e.
kalau sudah berada di
tengah-tengah berarti sudah cukup minyak.
f.
tutup kembali
penutupnya dan kompresor siap dijalankan.
4.
Mengisi/menambah bahan bakar
Bahan Bakar yang digunakan jenis Solar (HSD). BB ditampung dalam
tanki BB yang berada di atas badan kompresor. Dibawah tangki ada saringan / filter bahan bakar yang kegunaannya untuk
menampung, kotoran-kotoran solar.
Cara-cara perawatan yang baik pada kompresor udara sebagai berikut :
a.
memperhatikan sistem
pelumasan.
b.
memperhatikan isi BB (untuk
kompresor bantu)
c.
bersihkan saringan
(filter).
d.
perhatikan kerja dari
alat-alat pengaman
e.
perhatikan
pengaturan air pendingin (untuk kompresor bantu)
f.
perhatikan v'belt.
g.
karena pendingin dari
air laut, maka bagian-baggian tertentu agar di beri Zink Anoda untuk mengurangi
korosi.
h.
disekitar unit
kompresor udara harus dalam keadaan bersih dan aman dari benda-benda lain.
5.
Perawatan sistem
pendinginan
Sistem pendinginan di kapal menggunakan air laut yang berarti
udara dari kompresor didinginkan dengan air laut melalui inter cooler. Pada sistem pendinginan kompresor yang
menggunakan air laut diperlukan perawatan yang teratur karena sifat dari air laut yang cenderung memakan / merusak logam,
air laut yang digunakan sebagai media pendingin
terlebih dahulu melalui saringan filter air laut tetapi sering masih ada kotoran yang ikut
terbawa dan mengendap pada inter cooler, sehingga perlu adanya perawatan yang
teratur dan perbaikan sedini mungkin,
Cara-cara perawatan sistem pendinginan
yang baik pada kompresor
1.
Lepas penutup Inter cooler.
2.
Bersihkan endapan
lumpur.
3.
Semprot dengan air pembersih.
4.
Periksa Zink Anoda apabila
habis atau sudah berkurang perlu diganti.
5.
Periksa pipa-pipa apabila,
ada yang bocor perlu diganti
Kalau sudah
dicek kembali, penutup dipasang kembali.
F. Perbaikan Kompresor Udara
Pada kompresor udara kemungkinan terjadi
kerusakan-kerusakan besar
maupun kecil.
Kerusakan-kerusakan tersebut perlu adanya
perbaikan-perbaikan. Seandainya kerusakan kecil dapat diatasi oleh masinis atau
pekerja maka perlu melakukan perbaikan darurat, bila kerusakan parah perlu
diadakan perbaikan besar.
Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi :
1.
Karena
kelistrikan
a.
sumber
listrik
b.
motor
listriknya
2.
Karena
sistem (unit)
a.
kompresor
itu sendiri
b.
sistem
pelumasan
Kerusakan ada dua macam :
- Kerusakan
besar, misalnya :
a.
torak
/ piston pecah
b.
batang
penggerak (Connecting rod)
patah
c.
minyak
pelumas habis dan suara mesin keras
d.
as pada
poros engkol patah
e.
bagian-bagian
dalam sistem banyak yang aus atau rusak
- Kerusakan
kecil, misalnya :
a.
bahan
packing dan seal aus / bocor
b.
karet
V belt putus
Langkah-langkah perbaikan baik kerusakan besar atau
kecil sebagai berikut :
- Langkah-langkah
persiapkan perbaikan :
a.
Siapkan
alat-alat antara lain :
1)
Kunci
pas, ring, linggis
2)
Palu
kayu atau besi (pemukul)
3)
Tang,
majun
4)
Siapkan
bahan packing, seal dan minyak pelumas
5)
Obeng
(-), obeng (+), sikat, kuas, dan lain-lain.
b.
Siapkan
tempat pembongkaran kemudian bersihkan
c.
Siapkan
lem perekat packing, minyak pelumas (oli)
- Langkah-langkah
perbaikan yang tepat dan teratur :
a.
Lakukan
perbaikan yang perlu
b.
Dalam
pemasangan usahakan yang benar
c.
Setelah
semua perbaikan selesai, kemudian tuang minyak pelumas pada bak oil
d.
Lakukan
langkah penghidupan kompresor tersebut
e.
Periksa kembali alat pengaman dengan cermat
f.
Kalau
suara mesin baik dan bagus maka perbaikan dianggap selesai
g.
Setelah
itu letakkan pada dudukan kompresor udara dengan pemasangan yang presisi dan
baut tanam yang dipakai harus betul-betul kuat.
G. Perawatan sistem pelumasan
Didalam kompresor perlu adanya suatu sistem
pelumasan yang berfungsi untuk melumasi bagian-bagian yang ada didalam sistem
kompresor. Minyak pelumas yang digunakan adalah mediteran dengan SAE 40.
Disamping untuk melumasi bagian-bagian penting juga digunakan untuk melumasi
bagian yang bergerak berputar agar tidak lekas aus dan patah.
Pada suhu rendah minyak pelumas tidak boleh
menimbulkan kotoran – kotoran dan endapan, pada suhu tinggi minyak pelumas
harus tahan pada suhu tinggi
Fungsi dari pelumasan adalah sebagai berikut :
a.
Mengurangi
gesekan yang terjadi
b.
Mengurangi
getaran-getaran yang terjadi
c.
Memperhalus
suara mesin
d.
Menambah
kekuatan mesin dalam sistem
Minyak pelumas harus selalu diperhatikan supaya
kompresor dapat bekerja dengan baik
tanpa gangguan. Minyak pelumas jangan sampai kotor karena dapat merusak
kompresor. Minyak pelumas yang kotor harus segera diganti dengan yang baru.
Ketinggian minyak pelumas dapat dilihat melalui gelas kaca minyak lumas.
Menambah dan mengganti minyak pelumas
dapat dilakukan 3 (tiga) bulan sekali atau sewaktu minyak pelumas habis.
Kebocoran-kebocoran yang biasanya terjadi
disebabkan :
a.
Seal
yang rusak dan aus
b.
Bahan
packing bocor
Cara perbaikan :
a.
Ganti seal yang rusak /aus dengan yang baru
b.
Ganti
bahan packing dengan yang baru
Pemakaian minyak pelumas yang terlalu banyak juga
dapat mengakibatkan kerusakan pada kompresor oleh karena itu pada waktu
penggantian atau pengisian minyak pelumas, usahakan pas (dapat dilihat melalui
gelas duga pada badan kompresor).
H. Perawatan tabung udara
Disamping mengetahui cara penggunaan dari tabung
udara sebaiknya kita juga mengetahui cara perawatan dari tabung udara.
Cara perawatannya antara lain;
-
manometer
harus bekerja dengan baik
-
katub
cerat harus dijaga kondisinya
-
katub
pengeluaran dan katup pengisian harus dalam keadaan bagus dan siap pakai
-
katub pengaman harus mampu bekerja secara
otomatis dengan baik
1.
Cara
perawatan tabung udara yang baik dari :
a.
Cerat kotoran – kotoran berupa campuran minyak pelumas dan air
b.
Perhatikan
pengaturan tekanan kerja yang
digunakan
c.
Hindari
terjadinya kelebihan udara sesuai dengan ketentuan
d.
Perhatikan
kerja dari katub keamanan
e.
Perhatikan
kerja dari katub-katub yaitu
katub pengisian, katub cerat, katup pengeluaran dan lain-lain
f.
Disekitar
tabung udara harus dijaga kebersihannya
g.
Perawatan
secara rutin
h.
Dalam
keadaan mesin berjalan diharapkan botol angin tetap terbuka satu
2.
Pemasangan
botol angin
Pada umumnya pemasangan botol angin dikapal dibagi
menjadi 2 jenis :
a)
Secara
vertikal
Pada botol angin
yang vertikal dasar
botol angin harus dalam keadaan cekung bertujuan untuk tempat kumpulan air
kondensor dan minyak yang terbawa serta kotoran lain yang selanjutnya dapat
dibuang melalui katub cerat
b)
Secara
horisontal
Pemasangan secara horisontal dimana botol angin
dipasang miring sekitar 30o
dengan alasan agar kondensasi dapat turun kebawah dan bisa di cerat
I. Pengoperasian kompresor udara dua tingkat
Kompresor di kapal harus dapat dioperasikan,
keduanya secara bersamaan maupun sendiri – sendiri. Pada umumnya
kompresor dioperasikan secara otomatis
Cara–cara pengoperasian manual yang baik pada kompresor udara adalah
sebagai berikut :
1.
Pengecekan
minyak lumas
2.
Pengecekan
bahan bakar (untuk kompresor bantu)
3.
Pengukuran
air pendingin (untuk kompresor bantu)
4.
Pengecekan
manometer tekanan kerja
5.
Termometer
pengukur suhu
6.
Periksa
katub-katub pengaman
7.
Nyalakan
pompa air laut
8.
Buka
kran pengisian dan pemakaian pada botol angin
9.
Start
motor penggerak kompresor
Tindakan Pengamanan
Pada waktu pembongkaran dan perakitan kembali
perlu diperhatikan hal-hal berikut :
1.
Sebelum
pembongkaran atau perbaikan dilakukan, listrik harus dimatikan dari tombolnya,
dan udara yang masih tersisa di dalam tanki udara dibuang habis.
2.
Bagian-bagian
yang dibongkar harus diletakkan kotak atau diatas kertas secara berurutan untuk
memudahkan pada waktu pemasangan kembali. Dengan cara ini tidak akan ada suku
cadang yang terlewat atau tertukar urutan pemasangannya.
3.
Packing
atau cincin yang rusak harus diganti baru. Packing yang telah dipakai tidak
boleh dipasang lagi
4.
Jika
pencucian dilakukan dengan
minyak, bagian – bagiannya
harus dikeringkan sebelum dipasang. Untuk membersihkan endapan karbon yang
berasal dari minyak pelumas sebaiknya dipakai zat pembersih karbon
5.
Pada
waktu memasang kembali, lumurkan terlebih dahulu minyak pelumas yang sesuai
pada permukaan – permukaan yang meluncur.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar